Sebuahkhabar mengejutkan datang dari Aljazair di awal Januari 2018 lalu, salju turundi gurun Sahara.

Anomali salju dengan ketebalan kurang dari 1 inchi di  pusat kota, dan mengendap cukup tebal menutupigurun terpanas dan terbesar ketiga di dunia, Ain Sefra. Ternyata fenomena alamyang sempat diabadikan oleh fotografer Karim Boucheta sudah pernah terjadisebelumnya. Yuk kita simak kisahnya!AinSefra, Aljazair, adalah sebuah distrik dalam provinsi Naama dengan jumlahpenduduk sebanyak 35 ribu jiwa.

Didirikan pada tahun 1881 sebagai kota garnisunatau benteng pertahanan militer Perancis saat menduduki sejumlah wilayah diAfrika. Distrik Ain Sefra dikenal dengan julukan “Pintu Gerbang Gurun Sahara”. Temperaturnormal Ain Sefra sekitar 370C dan turun hingga 300C padamusim dingin dan telah mencapai rekor terendah di titik minus 100C. Sedangkanluas gurun Sahara mencapai 9,2 kilometer yang membentang dari Samudera Atlantikhingga ke Laut Merah dengan suhu terpanas bisa mencapai 520C. Curahhujan sangat kecil menjadikan gurun Sahara sangat kering, gersang, dan tandus. Kebayangkan panasnya di sana? Kamu sangat beruntung bisa menyaksikan fenomena “Snow inSahara” ini.Walaupunbukan hal yang biasa, namun dalam 4 dekade terakhir sudah tiga kali saljumeliputi gurun Sahara. Kejadian langka di gurun Sahara pernah terjadi pada 18Februari 1979, saat itu salju turun sekitar 30 menit.

Pada 19 Desember 2016 danakhir tahun 2017 lalu salju kembali turun dengan ketebalan mencapai 40 cm danbertahan hingga satu hari.Menurutahli cuaca, kondisi alam yang cukup ekstrim terjadi di berbagai belahan dunia.Tekanan udara yang sangat tinggi di benua Eropa sebagai rentetan akibat badaiEleanor menyebabkan udara dingin bergerak dari Afrika Utara ke arah GurunSahara.

Kemudian massa udara dingin naik sejauh 3.280 kaki dan terjebak didalamnya. distrik Ain Sefra yang dikelilingi Pegunungan Atlas. Serangan udaradingin terus menerus datang dari Eropa.

Hal ini yang menyebabkan salju kembalimembuat Sahara seperti kue karamel bertabur gula bubuk, pada Minggu pagi, 7Januari 2018.Meskipunudara musim dingin menyebabkan suhu gurun Sahara menurun, Snow in Sahara tidakberlangsung lama. Sore hari, suhu naik 5 derajat Celcius dan membuat lapisansalju hanya bertahan kurang dari 12 jam saja lalu kemudian mencair. Momenlangka seperti ini membuat siapapun yang menyaksikan langsung kejadian tersebutmenjadi tersihir akan keindahan fenomena alam. Yes, cuaca ekstrim tidakselamanya terlihat buruk, kan? Namun cuaca ekstrim Eropa ini juga berdampakhingga ke benua Amerika dan Australia.Jadikamu tertarik mengunjungi gurun Sahara dan menikmati petualangananti-mainstream di sana? Memang sih, fenomena salju di gurun Sahara tidaksetiap hari terjadi, namun gurun Sahara bisa menjadi destinasi travellingpilihan yang berbeda. Kamu bisa berbaur menyaksikan aktivitas sehari-hari sukuBaduy yang ramah, menyicipi aneka kuliner khas Sahara, menyusuri gurun denganmengendarai unta atau jeep, camping dan menikmati indahnya langit Sahara dimalam hari, jelas membuat travelling ke gurun Sahara jauh lebih menantang jiwapetualangmu. Survive di alam terbuka akan membuat kamu semakin PD!DariIndonesia, kamu bisa ambil penerbangan ke Singapura atau Malaysia melaluiAirpaz.

com, ada banyak pilihan maskapai menuju Maroko dari sana. Saat iniAirpaz.com hanya melayani penerbangan Asia-Pasific, tapi bisa dipastikan bahwaharga penerbangan terbaiklah yang kamu dapatkan. Aktifkan selalu fitur pengingatharga sehingga kamu mendapatkan best deal price untuk melengkapi setiappetualanganmu. Selamat berlibur! 

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out