Penelitian inidilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanoldaun bayam merah  terhadap gambaranhistopatologi jaringan tulang. Untuk itu pembahasan ini disusun berdasarkanrumusan masalah tersebut, yaitu dimulai dengan identifikasi terjadinya stressoksidatif yang ditandai dengan menurunnya osteoblas pada kelompok kontrolnegatif.

Selanjutnya, pembuktian adanya proses remodelling pada jaringan tulang yang ditandai dengan peningkatanjumlah osteoblas pada tiga lapang pandang.             HasilUji One Way ANOVA didapatkan nilai p=0,0000 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok kontrol negatif danpositif dengan kelompok perlakuan yaitu perbedaan jumlah osteoblas antarakelompok kontrol negatif dan positif dengan kelompok perlakuan yang semakinmeningkat.Hal ini dikarenakan pada kelompok kontrol negatif peneliti tidakmemberikan sonde ekstrak etanol daun bayam merah dan hanya memberikan sonde tween 1%, sementara pada kelompokkontrol positif peneliti memberikan sonde vitamin C 2mg , dan pada kelompokperlakuan diberikan sonde ekstrak etanol daun bayam merah dengan dosis ekstraksebesar 35,4mg/150grBB, 70.8mg/150grBB, dan 141,6mg/150grBB.            Padakelompok kontrol negatif yang dilakukan fraktur tulang jumlah radikal bebasmeningkat melebihi jumlah antioksidan endogen sehingga terjadi stress oksidatifyang dapat menghambat proliferasi dan diferensiasi osteoblas sehingga jumlahrata-rata osteoblas menjadi menurun cukup jauh. Disisi lain pada kelompokperlakuan yang diberikan eksrak etanol daun bayam merah efek radikal bebasdapat ditekan dengan adanya asupan antioksidan yang terdapat dalam ekstraketanol daun bayam merah sehingga proliferasi dan diferensiasi osteoblas tidakterhambat.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Berdasarkanuji analisis LSD antara kelompok K- dengan K+ didapatkan hasil yang signifikan,yang berarti terdapat perbedaan secara bermakna jumlah osteoblas antara K- (kelompokkontrol negatif) dengan K+ (kelompok kontrol positif). Perbedaan yang bermaknaini dikarenakan antioksidan pada vitamin C yang diberikan pada kelompok kontrolpositif cukup  untuk menghambat radikalbebas pada fraktur tulang (Kristoyadi, 2013).             Ujianalisis LSD antara K+ dengan K-,P1 dan P2 didapatkan hasil yang signifikanberarti terdapat perbedaan secara bermakna jumlah osteoblas pada gambaranhistopatologis jaringan tulang antara kelompok kontrol positif dengan kelompokperlakuan dosis 35,4mg/150grBB, 70.

8mg/150grBB dimana perbedaan tersebutditandai dengan meningkatnya jumlah osteoblas namun dalam jumlah yang tidaksebanyak kelompok K+. Hal ini disebabkan sifat vitamin C sebagai antioksidan murnidengan IC50 senilai 6 lebih mampu membantu proses proliferasi osteoblasdibandingkan ekstrak etanol daun bayam merah dengan dosis 35,4mg/150grBB dan141,6mg/150grBB (Berrington, 2012).             Adanyapeningkatan jumlah osteoblas pada gambaran histopatologis kelompok perlakuanyang diberik ekstrak etanol daun bayam merah menunjukkan bahwa terjadi proses remodelling pada jaringan tulang. Selainitu, hambatan terhadap proliferasi dan diferensiasi osteoblas dapat ditekan danterjadi penurunan apoptosis sel osteoblas. Hal ini dikarenakan dalam ekstraketanol daun bayam merah terdapat senyawa yang berfungsi sebagai antioksidanyaitu flavonoid dengan jumlah 12-18%.            Flavonoidbertindak sebagai scavenger yangmengikat radikal bebas menjadi senyawa yang lebih stabil.

Flavonoid sebagai scavenger radikal peroksil (ROO-)yang akan diregenerasi menjadi ROOH yang bersifat lebih stabil yang dapatdilihat dalam persamaan rekasi berikut (ROO-)+ Flavonoid-OH             ROOH +Flavonoid-O-                Flavonoidakan mendonorkan ion hidrogen pada radikal bebas untuk membentuk senyawa yanglebih stabil sedangkan, radikal fenoksil yang terbentuk (Flavonoid-O-)menjadi kurang reaktif (Astuti, 2008)             Padasaat fraktur tulang terjadi degradasi jaringan oleh osteoklas sehingga jaringankolagen terurai. Jaringan kolagen ini akan bereaksi dengan oksigen danmembentuk radikal bebas yaitu ROS danRNS jenis NO (Nitrite Oxide) dimanajika jumlahnya berlebihan maka NO akanmenghambat proiferasi osteoblas akan meningkatkan apoptosis osteoblas sehinggamenghambat proses penyembuhan fraktur tulang pada tahap kedua yang terjadidelapan jam setelah fraktur yaiti inflamasi dan proliferasi seluler. Untuk itudiberi perlakuan pada hari pertama setelah fraktur agar hambatan pada fase inibisa ditekan sehingga dapat melanjutkan fase selanjutnya yaitu pembentukankalus. Fase pembentukan kalus mulai terjadi dua minggu setelah fraktur yangditandai dengan tercapainya suasana basa yang akan menstimulasi osteoblas danfibroblas untuk membentuk jaringan fibrous, kartilago dan tulang muda yangtebentuk pada fase akhir pembentukan kalus yaitu 7 hari stelah frakur. Olehkarena itu pada akhir fase ini dilakukan pengamatan jumlah osteoblas denganmengambil jaringan tulang tikus, dimana pada akhir fase pembentukan kalus prosesdiferensiasi dan proliferasi osteoblas mencapai puncaknya (Darmadi,2011).             Adanyamonomer dari senyawa flavonoid yaitu catechinmemiliki peranan yang cukup penting dalam peningkatan jumlah sel osteoblas.

Berdasarkan penelitian secara in vitrocatechin dapat menstimulasiproliferasi dan diferensiasi osteoblas.Catechin juga dapat menghambat proses osteoklastik yang berlebihan sertadapat mengurangi jumlah sel osteoblas yang terapoptosis radikal bebas (Choi,2013).             Sementaraitu, uji LSD juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan kelompok perlakuandosis 35,4mg/150grBB (P1) dengan kelompok perlakuan dosis 70,8mg/150grBB (P2)Hal ini menunjukkan bahwa respon yang ditimbulkan berbanding lurus denganpeningkatan dosis.  Selain itu, hasil ujiLSD menunjukkan adanya perbedaan yang tidak signifikan antara kelompok kontrolpositif yang diberi vitamin C dosis 2mg/hari dan  kelompok perlakuan 141,6mg/150grBB. Perbedaanyang tidak signifikan ini diduga karena pada dosis tersebut semua reseptortelah diduduki atau diikat sehingga memberikan respon biologis yang maksimal.

(Anbarasiet al., 2014)            Dengandemikian pada penelitian ini, pemberian ekstrak etanol daun bayam  merah dapat meningkatkan jumlah osteoblassehingga hambatan pada proses penyembuhan fraktur oelh radikal bebas dapatditekan. Hal ini dikarenakan adanya senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol daunbayam merah sebagai antioksidan yang bekerja sebagai scavenger radikal bebasserta adanya catechin yang berperandalam proses diferensiasi dan proliferasi osteoblas sehingga dapatmengoptimalisasi proses penyembuhan fraktur tulang.

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out