Kebutuhanmanusia akan transportasi dalam setiap aspek kegiatan dinilai menjadi dorongan untukselalu mengembangkan teknologi dalam transportasi. Perkembangan terhadapteknologi dalam transportasi ini dapat kita lihat dengan adanya transportasiyang berbasis online yang sedang maju dan berkembang di masyarakat. Dalamsetiap perkembangan teknologi tentu dinilai untuk memudahkan segala aktivitasimanusia, akan tetapi perkembangan terhadap transportasi online seperti Grab,Go-Jek, Uber tidak sedikit mendapat reaksi kontra pada masyarakat yangberprofesi sebagai supir transportasi konvensional. Sehingga perizinantransportasi online ini selalu di tinjau kembali oleh pemerintah. Artikel yangberjudul “analisis penolakan terhadap perkembangan transportasi online” iniakan membahas serta memaparkan tentang analisa reaksi dari penolakan dari kalangansupir transportasi konvensional. Sehingga tujuan artikel ini adalah untukmenjelaskan dan memberi pemahaman akan reaksi yang tidak baik dari beberapakalangan supir transportasi konvensional.

Dengandemikian, permasalahan izin yang terjadi pada transportasi online ini dapatdikatakan karena adanya desakan yang dilakukan oleh beberapa kalanganmasyarakat yang mayoritas dari supir-supir transportasi konvensional yang dapatdibilang karena adanya alasan-alasan tertentu, sehingga timbul pertanyaan akanhal ini bahwa apa latarbelakang mereka kontra terhadap kemajuan teknologi dalamtransportasi ini?            Saat ini transportasi online cukuppopuler di kalangan masyarakat, karena hal ini membantu segala aspek kegiatanmasyarakat. Hal ini dikarenakan banyaknya kemudahan-kemudahan yang ditawarkanoleh perusahaan transportasi online ini, yang pengoprasianya hanya dengangenggaman smartphone. Kehadiran Gojek, Grabbike, Grabtaxi, Uber, baik roda duadan roda empat yang berbasis aplikasi online disambut suka cita olehmasyarakat, karena selain mudah memesannya praktis berada digenggamannya(Warsito,2017). Disamping itu perkembangan akan transportasi online ini jugamembuat lapangan kerja baru bagi masyarakat terutama pada profesi supir. Perusahaantransportasi jalan online seperti Go-Jek dan sebagainya merupakan salah satujenis usaha baru yang cukup banyak mendapat respon positif dari masyarakat,terutama para pencari kerja (Sumolang, 2017). Akan tetapi beberapa kalanganmasyarakat berasumsi bahwa adanya transportasi online ini malah membuat dampakburuk bagi mereka terutama pada  disisiperekonomian, hal ini dapat diasumsikan karena kalah saingnya pendapatan transportasikonvensional dengan transportasi online. Mereka meminta pemerintah menertibkankeberadaan ojek online dan taksi online, para sopir menilai kehadirantransportasi online menggerogoti pendapatan (Aliansyah,2017). Hanya saja bebarapakalangan dari masyarakat terutama pada berprofesi supir konvensional tidakmelihat sudut pandang yang lebih jauh dari sisi akan manfaat perkembanganteknologi ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Apabila supir transportasi konvesional tetap menolak akanmajunya perkembangan teknologi yang tidak dapat dielakan lagi ini, hal iniwajar saja menjadi konsekuensi bagi mereka dengan tersingkirnya mereka akanarus perkembangan teknologi. Inovasi teknologi akan terus terjadi perubahan kedepan sehingga masyarakat harus siap menerima perubahan itu (Hidayat,2017). Halini dapat dilihat dari masyarakat yang menunjukan apresiasi atas perkembangannteknologi ini karena mereka beranggapan bahwa transportasi online lebiheffisien dan ekonomis dibandingkan transportasi konvensional sehinggamasyarakat meninggalkan ketergantungan mereka terhadap transportasikonvensional. Untuk mengikuti perkembangan akan teknologi transportasi onlineini para supir transportasi konvensional seharusnya lebih membuka konseppemikiran mereka tentang teknologi bahwasanya teknologi dibuat untuk memudahkanmanusia dalam memenuhi dan menjalankan aktivitasnya bukan hanya memandangteknologi dengan dengan cakupan yang sempit ataupun dengan asumsi merekasendiri. Transportasi berbasis online belakangan ini membuat orang-orang didunia merasa dimudahkan dalam hal bertransportasi (Yin, 2017). Hal ini disadaribahwa transisi untuk pindah ke masa transpotasi online dari transportasikonvensional tidak serta merta dapat transisi secara langsung, hal inidikarenakan pengetahuan seseorang akan teknologi baru mungkin terbatas sehinggamemaksa mereka tanpa berpikir panjang untuk menolak teknologi itu, akan tetapipermasalahan ini dapat diatasi dengan mencari informasi-informasi yangmenunjang akan meningkatkan pengetahuan mereka akan teknologi transportasi online.

Sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa konflik yang terjadi antaratransportasi online dengan transportasi konvensional adalah sempitnya pemikiranmasyarakat terutama supir-supir transportasi konvensional akan perkembanganteknologi transportasi, hal ini karena mereka tidak berpikir akan manfaat yanglebih besar dari perkembangan teknologi ini karena mereka hanya melihat darisisi keuntungan mereka sendiri. Sehingga penolakan terhadap supirtransportasi  konvensional ini terhadapadanya transportasi online ke pemerintah mengakibatkan perizinan akantransportasi online ini selalu ditinjau kembali.            Perkembangan teknologi transportasidinilai menjadi suatu perkembangan yang membantu serta memudahkan bagimasyarakat, akan tetapi hal ini mengakibatkan pro dan kontra terhadapmasyarakat.

Penolakan akan hal ini terjadi oleh supir-supir transportasikonvensional yang menganggap perkembangan akan teknologi transportasi inimengakibatkan keterpurukan bagi mereka dari segi ekonomi, hal ini dikarenakanmereka hanya melihat sebatas keuntungan dari sisi mereka sendiri tanpa melihatmanfaat yang lebih besar. Seharusnya mereka lebih membuka pikiran akanperkembangan ini dengan mencari informasi-informasi untuk ikut serta dalambisnis transportasi online ini apabila mereka merasa kalah saing dengantransportasi online, sehingga mereka dapat menikmati kemudahan dalamperkembangan teknologi.

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out