I.                 PENDAHULUAN1.1             Latar Belakang Pada era globalisasi iniperanan komputer pada saat ini dapat mendukung kinerja suatu perusahaan. Denganadanya komputer suatu perusahaan dapat mempermudah dan mempercepat suatupekerjaan. Perusahaan dapat mengembangkan dan membangun suatu aplikasi yang dapatmembantu mereka dalam menjalankan proses operasionalnya. Suatu aplikasi jugadapat membantu mengurangi kesalahan dalam melakukan pencatatan data dan dapattersimpan dengan aman serta mempercepat dalam proses melakukan pencarian datadan membuat laporan, resiko untuk data hilang atau rusak dapat berkurang dandiatasi.

Perkembangan teknologiinformasi juga menjamah proses dalam lingkup ruang kerja kontraktor dimanauntuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja agar dapat bersaing dengankompetitor mutlak diperlukan adanya teknologi informasi. PT. ZanaTelekomunikasi Indonesia (ZTI) yang berada di Rasuna Office Park Unit PR – 06 Jl. HR. Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan 12960,merupakan perusahaan jasa yang bergerak dibidang telekomunikasi, juga sebagai installer yang berada di JakartaSelatan dalampengolahan data PT. Zana Telekomunikasi Indonesia menggunakan komputer denganmenggunakan microsoft office, sehingga dalam pengelolaan data pekerjaan, perhitunganbiaya, biaya operasional, biaya anggaran masuk, dan biaya keluar dalam menyelesaikansuatu proyek pembangunan yang belum begitu maksimal. Sehingga perhitungan,pencatatan serta penyimpanan data di perusahaan PT.

Zana TelekomunikasiIndonesia masih belum begitu akurat. (Sumber: PT. Zana Telekomunikasi Indonesia).PT. Zana TelekomunikasiIndonesia memiliki serangkaian urutan yang cukup panjang dalam menangani suatuproyek installasi sehingga sering timbul masalah dalam penjadwalan kerja danpenggunaan operasional serta analisa biaya keseluruhan proyek. Jika hal initidak ditangani dengan baik, maka proses pengerjaan suatu proyek tidak dapatberjalan dengan baik dan memungkinkan kerugian bagi kontraktor.             Dalammenjalankan aktifitas perusahaan agar berjalan dengan lancar tentunya harus didukungdengan sistem yang mampu mendukung operasional di perusahaan.

Oleh karena itudengan adanya sistem yang akan di bangun ini, dapat mempermudah manajer dalammengevaluasi informasi mengenai Penjadwalan, biaya operasional dan anggaranbiaya masuk dan keluar, laporan serta membantu dalam pengambilan keputusannya.Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk menyusun laporanskripsi dengan judul “Sistem Informasi Eksekutif Pengolahan Data Proyek padaPT. Zana Telekomunikasi Indonesia”.  1.2             Perumusan Masalah1.     Apakah dengan dibuatnya sebuah sistem informasi eksekutif pengolah dataproyek dapat mempermudah para eksekutif dalam menilai kinerja karyawan ?2.     Apakah dengan dibuatnya sebuah sistem ini bisa meningkatkan kemudahankaryawan dalam pembuatan laporan perkembangan proyek dan operasional ? 1.

3             Batasan Masalah Agar sistem yang dibuat tidakmenyimpang dari permasalahan yang ada, maka perlu dibuat suatu pembatasan ruanglingkupnya. Adapun ruang lingkup dalam aplikasi ini antara lain: 1.     Mencakup perhitungan dan pengelolaan data-data proyek yang berupa biaya operasionaldan pekerjaan yang telah diselesaikan. 2.     Pengontrolan pelaksanaan kontraktor dalam melihat kinerja maupun sebagaikontrol pekerjaan proyek.

3.     Sistem Informasi yang akan dibangun berupa laporan biaya operasional,laporan perkembangan pekerjaan4.     Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu PHP  1.

4             Tujuan dan Manfaat Penelitian1.1        2.1.1       Tujuan PenelitianDalam penelitian ini tentulahmemiliki beberapa tujuan yang pasti, agar lebih mudah dalam mengetahui konsepsistem yang akan dibangun maka tujuan pengembangan sistem dituliskan.

Berikuttujuan dari penelitian bagi perusahaan yaitu: 1.     Memberikan informasi perkembangan proyek. 2.     Memberikan informasi secara akurat yang berkaitan dengan biayaoperasional dan biaya secara keseluruhan. 3.      Memberikan hasil laporanberupa laporan biaya operasional, laporan biaya keseluruhan proyek dan laporanperkembangan proyek.  2.

1.2       Manfaat Penelitian1.      Manfaat bagi penulis Dapat membuat sistem informasieksekutif pengolahan data proyek pada PT. Zana Telekomunikasi Indonesia dan diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan  dan bias terus dikembangkan.2.

      Manfaat bagi perusahaanDapat memberikan informasiperkembangan proyek, biaya yang digunakan dan laporan keseluruhan proyek secaraakurat.II.              TINJAUAN PUSTAKA2.1             Landasan Teori2.1.1       Pengertian Sistem InformasiSistem informasimerupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanyayang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian.

Istilah tersebutmenyiratkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengaturdata serta menyusun tatacara penggunaanya. Sistem informasi adalah suatu sistemdi dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksiharian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatuorganisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yangdiperlukan (Jogiyanto,2005: 11).Keberhasilan suatu sisteminformasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tigafaktor utama, yaitu : Keserasiandan mutu data, Pengorganisasian data, dan Tatacara penggunaanya. Untuk memenuhipermintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasiberbeda-beda bergantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harusdipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasimenggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untukdapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alihrupa transformation data sehingga jadi tergabungkan compatible. Berapa pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatusistem informasi perlu memiliki keterga bungan compatibility data yangdisimpannya. Kemudian satu di antara beberapa kategori padasistem informasi adalah sistem informasi eksekutif.

2.1.2       Pengertian Sistem Informasi EksekutifSistem InformasiEksekutif (EIS) adalah salah satu jenis manajemen sistem informasi untuk memudahkandan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan yang dibutuhkan eksekutifsenior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap informasi baik dari dalammaupun dari luar yang relevan dengan tujuan organisasi. Ini biasanyadipertimbangkan sebagai bentuk dari sistem pendukung keputusan (SPK).

Sistem Informasi eksekutif(EIS) didefinisikan sebagai sebuah sistem terkomputerisasi yang menyediakaninformasi internal dan eksternal bagi para eksekutif yang relevan terhadapfaktor penentu keberhasilannya dengan akses yang sangat mudah (Watson,Houdeshel dan Rainer, 1997: 3).Dalam membangun SIE paraeksekutif menggunakan beberapa konsep dasar yang bertujuan memungkinkan paraeksekutif dapat memantau seberapa baiknya knerja perusahaan dalam mencapaitujuannya. Konsep dasar tersebut terbagi atas 3 hal, yaitu :1.      Faktorpenentu keberhasilan (critcal successfactor)Adalah hal-hal (faktor)yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi.

Faktor-faktor ini dalamsetiap perusahaaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan.2.      Management By Exception(MBE)Perbandingan antarakinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi dapatlangsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.3.      ModelMental Peran utama EIS adalahmembuat sari dari data dan informasi yang volumenya besar untuk meningkatkankegunaannya.

Pengambilan sari ini disebutpenempatan informasi (informationcompression). Dimana menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasiperusahaan. Model tersebut memungkinkan seseorang membuat penilaian dan perkiraaan untukmemahami, memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengembalikanpelaksanaannya. SIE sekarang ini tidak hanya dalam hierarki korporasi yangkhas, tetapi juga juga di tingkat perusahaan yang lebih rendah. 2.1.

3       Pengertian ProyekEIS membantu eksekutifmenemukan data yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pengguna, sehinggabanyak dari eksekutif telah menggunakannya untuk melihat perkembangan padaproyek yang sedang berjalan. Proyek dalam bisnis dan ilmu pengetahuan biasanyadidefinisikan sebagai sebuah usaha kolaboratif dan juga seringkali melibatkanpenelitian atau desain, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Proyekdisebut juga merupakan suatu kegiatan usaha yang kompleks, sifatnya tidakrutin, memiliki keterbatasan terhadap waktu, anggaran dan sumber daya serta memilikispesifikasi tersendiri atas produk yang akan dihasilkan.Dengan adanyaketerbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyeksangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimiliki agar dapat melakukanaktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai.Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan dapatdiselesaikan dengan cara yang efisien, tepat waktu dan sesuai dengan kualitasyang diharapkan.Pengertian proyek menurut beberapaahli sebagai berikut :1)      Heizerdan Render (2006:81) menjelaskan bahwa proyek dapat didefinisikan sebagaisederetan tugas yang diarahkan kepada suatu hasil utama.2)      Schwalbeyang diterjemahkan oleh Dimyati & Nurjaman (2014:2)menjelaskan bahwa proyekadalah usaha yang bersifat sementara untuk menghasilkan produk atau layananyang unik.

Pada umumnya, proyek melibatkan beberapa orang yang salingberhubungan aktivitasnya dan sponsor utama proyek biasanya tertarik dalampenggunaan sumber daya yang efektif untuk menyelesaikan proyek secara efisiendan tepat waktu. 2.1.4       Metodologi PrototypeMetodologi pengembangansystem adalah suatu proses pengembangan sistem yang formal dan presisi yangmendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices dan toolsyang terautomasi bagi para pengembang dan manager proyek dalam rangkamengembangkan dan merawat sebagai keseluruhan sistem informasi atau software.Model prototype merupakan model pengembangan software yang mengijinkan pengguna/user memiliki gambaran awal tentangprogram yang akan dikembangkan serta melakukan pengujian awal.

Model prototype juga memberi fasilitas bagipengembangn dan user untuk salingterkait dan berinteraksi. 2.2             Penelitian SebelumnyaPenelitian terdahulu yangdi jadikan acuan oleh penulis untuk melakukan penelitian ini adalah sebagaiberikut :1)      JurnalProsiding SNATIF Ke-4 Tahun 2017 Jurnalyang berjudul “SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF PT. PLN (PERSERO) SUMEDANG RAYONTANJUNGSARI” oleh Intan Putri Komara, Tacbir Hendro P, Faiza Rinaldi ProgramStudi Informatika, Fakultas MIPA, Universitas Jendral Achmad Yani yangberkesimpulan bahwa penelitian yang dilakukan telah menghasilkan sebuah sistemyang mampu membantu pihak eksekutif dalam proses pengambilan keputusan. Sisteminformasi eksekutif PT. PLN (Persero) Sumedang Rayon Tanjungsari ini dapatmemberikan informasi mengenai jumlah pelanggan yang mendaftar dan menggunakanberdasarkan kategori tertentu. Informasi jumlah pelanggan yang ada pada sisteminformasi eksekutif PT. PLN (Persero) Sumedang Rayon Tanjungsari meliputijumlah pelanggan berdasarkan periode setiap tahun, jumlah pelanggan berdasarkandaerah setiap tahun, jumlah pelanggan berdasarkan daya setiap tahun, jumlahpelanggan berdasarkan pembayaran setiap tahun dan jumlah pemasangan listriksetiap tahunnya, jumlah pelanggan berdasarkan daerah dengan kategori tertentusetiap bulan.

  Penelitian ini dilakukansecara sistematis, mulai dari pengidentifikasian masalah, pengumpulan data,menganalisis data, sampai mencipttakan hasil yang baik.  2)      JurnalStudentColloquium Sistem Informasi & TeknikInformatika (SC-SITI) Tahun 2015Jurnalyang berjudul “Sistem Informasi Eksekutif Berbasis Web Pada Fakultas PertanianUniversitas Muhammadiyah Palembang” oleh Fauzan Aziz, Leon Andretti Abdillah,Novri Hadinata Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer,Universitas Bina Darma Palembang Indonesia yang berkesimpulan bahwa penelitianSIE ini dapat memberikan informasi ringkas dan mudah dipahami dekan FakultasPertanian UMP dengan tampilan dashboard berupagrafik dan mempermudah dekan dalam mengambil keputusan jangka panjang. Sehinggadapat mempengaruhi kinerja dari bagian kepegawaian tersebut. Penelitian inidilakukan dengan menggunakan metode siklus hidup sistem informasi (EIS Lifecycle) yang terdiri dari : 1)justifikasi, 2) perencanaan, 3) analisis bisnis, 4) desain sistem, 5) kostruksi,dan 6) sistem deployment.III.          METODELOGI PENELITIAN3.

1           Waktu dan TempatPenelitian ini dilakukandi PT. Zana Telekomunikasi Indonesia yang bertempat di Rasuna Office Park UnitPR – 06 Jl. HR. Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan 12960. Waktu penelitian dilakukanpada semester ganjil tahun akademik 2017/2018.

 3.2             Alat dan Bahan3.2.1    AlatAlat-alat ataukebutuhan perangkat keras yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagaiberikut :1)      Laptopdengan spesifikasi :Prosessor Intel® Cerelon® CPU N2840 @2.16GHz 2.16 GHzInstalled memory (RAM)2GB500GB Harddisk.

2)      Mouse3.2.2    BahanBahan-bahan atau perangkat lunak yangdigunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :1)      SistemOperasi Window 10 Enterprise2)      Chrome3)      Bahasapemograman PHP4)      MySQL3.3             Metode PenelitianMetodologi penelitianadalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atauinformasi guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian. Metodeyang digunakan dalam melaksanakan penelitian merupakan dasar penyusunanrancangan penelitian dan merupakan penjabaran dari metode ilmiah secara umum.  3.

4             Metode Pengumpulan DataMetode pengumpulan datayang akan digunakan penulis dalam penelitian ini ada tiga metode, yaitu :1)      ObservasiObservasi dilakukandengan terlibat langsung di lingkungan PT. Zana Telekomunikasi Indonesia.2)      WawancaraPengumpulan data dengancara bertanya langsung kepada pimpinan perusahaan tersebut dan pengguna sistemnantinya.3)      StudiPustakaMenelaah dan mempelajariteori-teori serta materi bacaan lainnya, yang dapat memberi informasi sesuaidengan topik kajian dalam pembuatan skripsi, sehingga kajian tersebut menjadilengkap sesuai yang diharapkan.   3.

5             Metode Pengembangan Sistem 3.5.1   Bentuk PrototypeBerdasarkankarakteristiknya prototypesebuah sistem dapat berupa low fidelitydan High fidelity.

Fidelitymengacu kepada tingkat kerincian sebuah sistem (Walker et al, 2003). Low fidelity prototype tidak terlalu rinci menggambarkan sistem. Karakteristikdari low fidelity prototype adalahmempunyai fungsi atau interaksi yang terbatas, lebih menggambarkan konsepperancangan dan layout dibandingkandengan model interaksi, tidak memperlihatkan secara rinci operasional sistem,mendemostrasikan secara umum feel andlook dari antarmuka pengguna dan hanya menggambarkan konsep pendekatansecara umum (Walker et al, 2003).

3.5.2    Proses Pembuatan PrototypeProses pembuatan prototypemerupakan proses yang interaktif dan berulang-ulang yang menggabungkanlangkah-langkah siklus pengembangan tradisional. Prototype dievaluasi beberapa kali sebelum pemakai akhir menyatakanprototypetersebut diterima. Langkah-langkah proses pembuatan prototype adalah sebabgai berikut :1)     AnalisisKebutuhan SistemPembangunan sisteminformasi memerlukan penyelidikan dan analisis mengenai alasan timbulnya ideatau gagasan untuk membangun dan mengembangkan sistem informasi.

Analisisdilakukan untuk melihat berbagai komponen yang dipakai sistem yang sedangberjalan meliputi hardware, software,jaringan dan sumber daya manusia. Analisis juga mendokumentasikan aktivitassistem informasi meliputi input, pemrosesan, output, penyimpanan danpengendalian (O’Brien, 2003). Selanjutnya melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk merumuskaninformasi yang dibutuhkan pemakai akhir, kebutuhan sumber daya, biaya, manfaatdan kelayakan proyekyang diusulkan (Mulyanto, 2009). Analisis kebutuhan sistem sebagai bagian daristudi awal bertujuan mengidentifikasi masalah dan kebutuhan spesifik sistem.Bebutuhan spesifik sistem adalah spesifikasi mengenai hal-hal yang akandilakukan sistem ketika diimplementasikan (Mulyanto, 2009). Analisis kebutuhansistem harus mendefinisikan kebutuhan sistem yang spesifik antara lain1.      Masukanyang diperlukan sistem (input)2.

      Keluaranyang dihasilkan (output)3.      Operasi-operasiyang dilakukan (proses)4.      Sumberdata yang ditangani5.      Pengendalian(kontrol)Tahap analisis kebutuhansistem memerlukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan sistem denganmendefinisikan apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh sistem tersebut kemudianmenentukan kriteria yang harus dipenuhi sistem. Beberapa kriteria yang harusdipenuhi adalah pencapaian tujuan, kecepatan, biaya, kualitas informasi yangdihasilkan, efisiensi dan produktivitas,ketelitian dan validitas dan kehandalan atau reliabilitas (Mulyanto,2009).2)     DesainSistem            Analisissistem (system analysis)mendeskripsikan apa yang harus dilakukan sistem untuk memenuhi kebutuhaninformasi pemakai. desain sistem (systemdesign) menentukan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan tersebut.

desain sistemterdiri dari aktifitas desain yang menghasilkan spesifikasi fungsional. Desainsistem dapat dipandang sebagai desain interface,data dan proses dengan tujuan menghasilkan spesifikasi yang sesuai denganproduk dan metode interface pemakai,struktur database serta pemrosesan dan prosedur pengendalian (loanna et al.,2007). Desain sistem akan menghasilkan paket software prototype,produk yang baik sebaiknya mencakup tujuh bagian :1)      Fiturmenu yang cepat dan mudah.2)      Tampilaninput dan output.3)      Laporanyang mudah dicetak.4)      Datadictionary yang menyimpan informasipada setiap field termasuk panjang field, pengeditan dalam setiap laporandan format field yang digunakan. 5)      Databasedengan format dan kunci record yangoptimal.

6)      Menampilkanquery online secara tepat ke datayang tersimpan pada database.7)      Strukturyang sederhana dengan bahasa pemrograman yang mengizinkan pemakai melakukanpemrosesan khusus, waktu kejadian, prosedur otomatis dan lain-lain.3)     PengujianSistemPaket software Prototype diuji,diimplementasikan, dievaluasi dan dimodifikasi berulang-ulang hingga dapatditerima pemakainya (O’brien, 2005). Pengujian sistem bertujuan menemukankesalahan-kesalahan yang terjadi pada sistem dan melakukan revisi sistem. Tahapini penting untuk memastikan bahwa sistem bebas dari kesalahan (Mulyanto,2009).

Menurut Sommerville (2001) pengujiansistem terdiri dari :1)      Pengujianunit untuk menguji komponen individual secara independen tanpa komponen sistemyang lain untuk menjamin sistem operasi yang benar.2)      Pengujianmodul yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan.3)      Pengujiansub sistem yang terdiri dari beberapa modul yang telah diintegrasikan.4)      Pengujiansistem untuk menemukan kesalahan yang diakibatkan dari interaksi antarasubsistem dengan interface-nya serta mem1alidasi persyaratan fungsional dan nonfungsional.5)      Pengujianpenerimaan dengan data yang dientry oleh pemakai dan bukan uji data simulasi.

6)      Dokumentasiberupa pencatatan terhadap setiap langkah pekerjaan dari awal sampai akhirpembuatan program.Pengujian sisteminformasi berbasis web dapat menggunakan teknik dan metode pengujian perangkatlunak tradisional. Pengujian aplikasi web meliputi pengujian tautan, pengujian browser, pengujian usabilitas, pengujianmuatan, tegangan dan pengujian malar (Simarmata, 2009). Penerimaan pengguna (user) terhadap sistem dapat dievaluasidengan mengukur kepuasan userterhadap sistem yang diujikan. Pengukuran kepuasan meliputi tampilan sistem,kesesuaian dengan kebutuhan user,kecepatan dan ketepatan sistem untuk menghasilkan informasi yang diinginkan user.

 4)     ImplementasiSetelah prototypediterima maka pada tahap ini merupakan implementasi sistem yang siapdioperasikan dan selanjutnya terjadi proses pembelajaran terhadap sistem barudan membandingkannya dengan sistem lama, evaluasi secara teknis dan operasionalserta interaksi pengguna, sistem dan teknologi informasi.

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out