Disiplinkerja dalam perusahaan merupakan hal yang penting untuk melancarkan perusahaan tersebut.Disiplin kerja merupakan alat berkomunikasi untuk dapat mencapai tujuan bersamayang dipakai oleh atasan dengan bawahan maupun oleh sesama karyawan dalam suatuperusahaan. Terkadang karyawan melakukan pelanggaran untuk itu diperlukandisiplin kerja agar dapat memperbaiki perilaku – perilaku menyimpang dari karyawanatau karyawan tersebut. Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaatisemua peraturan perusahaan. Kesadaran adalah sikap sesorang yang secarasukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya.

I.                  LATAR BELAKANGDalam suatuorganisasi atau perusahaan disiplin kerja, termasuk hal yang penting demikemajuan perusahaan tersebut. Disiplin kerja merupakan alat untuk berkomunikasiuntuk dapat mencapai sebuah tujuan perusahaan yang digunakan oleh seluruhkaryawan dalam suatu dalam perusahaan.

Untuk terciptanya disiplin kerja makadiperlukan adanya kerjasama antara atasan dan para karyawan bawahannya, untuktercipta lingkungan kerja yang nyaman untuk mendukung kinerja para karyawansecara maksimal di dalam organisasi ataupun perusahaan tersebut. PT Cemara SikoEngineering Indonesia  merupakanperusahaan yang bergerak dibidang IndustrialEngineering Plant berbasis di Jakarta. Perusahaan ini didirikan sejak tahun1995  dengan dukungan dari perusahaanterkemuka Jepang Mesin Sumiko Co.Ltd dan Teknik Chiyoda CO.Ltd.

Dengan umurperusahaan yang sudah lebih dari 20 tahun, pasti adanya perubahan budayaperusahaan. Diantaranya yaitu menurunnya tingkat kedisiplinan di perusahaan PTCemara Siko Engineering Indonesia.  II.              LITERATUR REVIEW1.     Definisi disiplin kerjaDisiplinkerja adalah suatu alat yang digunakan para manager untuk berkomunikasi dengankaryawan agar mereka bersedia mentaati semua peraturan perusahaan dannorma-norma social yang berlaku. Contohnya karyawan yang  terlambat untuk bekerja,  Disiplin karyawan memerlukan alat komunikasi,terutama pada peringatan yang bersifat spesifik terhadap karyawan yang tidakmau berubah sifat dan perilakunya.

Penegakan disiplin karyawan biasanyadilakukan oleh HRD. Sedangkan kesadaran adalah seseorang yang mempunyai sikap secarasukarela untuk taat pada  peraturan dansadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga seorang karyawan yangdikatakan memiliki disiplin kerja yang tinggi jika yang bersangkutan konsekuen,konsisten, taat asas, bertanggung jawab atas tugas yang diamanahkan kepadanya.Para ahlimengemukakan pengertian disiplin kerja di antaranya adalah :(1)  Menurut Siswanto(1989) disiplin kerja merupakan suatu sikap menghargai, menghormati dan taat padaperaturan tertulis maupun tidak tertulis dan sanggup untuk menjalaninya dan menerimasanksi-sanksi apabila ia melanggar peraturan yang berlaku.

(2)  Menurut JerryWyckoff dan Barbara C. Unel, (1990) disiplin merupakan suatu proses bekerja yangmengarah kepada ketertiban dan pengendalian diri.Daribeberapa pengertian yang diungkapkan di atas tampak bahwa disiplin padadasarnya merupakan tindakan manajemen untuk mendorong agar para anggotaorganisasi dapat memenuhi berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku dalamsuatu organisasi, yang di dalamnya mencakup: Adanya tata tertib atauketentuan-ketentuan,   Adanya kepatuhanpara pengikut, Adanya sanksi bagi pelanggar dasar bagikegiatan-kegiatan dalam fungsi-fungsi manajemen lainnya. 2.     Tujuan Displin KerjaTujuan-tujuandari disiplin kerja itu sendiri bertujuan untuk pelaksanaan kerja menjadi lebih efektif dan efisien.

Pada dasarnyadisiplin kerja bertujuan untuk menciptakan suatu kondisi yang teratur, tertib,dan pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancanakansebelumnya. Sementara Reza Aryanto dalam Republika ( 2003:32) yang di kutipdari Rusmiati Ernawati (2003:32) mengemukakan tujuan di laksanakannya disiplinkerja, sebagai berikut :a.       Pembentukan sikap kedali diri yang Positif.Sebuahorganisasi sangat mengharpakan para karyawannya memiliki sikap kendali yangpositif, sehingga ia akan berusaha untuk mendisiplinkan dirinya sendiri tanpaharus ada aturan yang akan memaksanya dan ia pun akan memiliki kesadaran untukmenghasilkan produk yang berkualitas tanpa perlu banyak di atur oleh atasanya.b.     Pengendalian kerja.

Agarpekerjaan yang di lakukan oleh para karyawan berjalan efektif dan sesuai dengantujuan dari organisasi, maka di lakukan pengendalian kerja dalam bentuk standardan tata tertib yang di berikan oleh perusahaan.c.   Perbaikan sikap.

Perubahansikap dapat di lakukan dengan memberikan orentasi, pelatihan, pemberlakuansanksi dan tindakan-tindakan lain yang di perlukan karyawan.3.     Fungsi Disiplin KerjaDisiplinkerja sangat di butuhkan oleh setiap karyawan.

Disiplin menjadi prasyarat bagipembentukan sikap, perilaku, dan tata kehidupan berdisiplin yang akan membuatpara karyawan mendapat kemudahan dalam bekerja. Dengan begitu akan menciptakansuasana kerja yang kondusif dan mendukung usaha pencapaian tujuan. beberapafungsi disiplin, antara lain :a. Menatakehidupan bersamab.Membangaun kepribadianc. Melatihkepribadiand.

Hukumane. Menciptakanlingkungan kondusif.Disiplinberfungsi mengatur kehidupan bersama, dalam suatu kelompok tertentu atau dalammasyarakat. Dengan begitu, hubungan yang terjalin antara individu satu denganlainnya menjadi lebih baik dan lancar.  4.     Hubungan Disiplin Dengan Produktivitas Kerja Disiplin karyawanmemainkan peranan yang dominan, krusial, dan kritikal dalam keseluruhan upayauntuk meningkatkan produktivitas kerja para karyawan. Disiplin kerja merupakanhal yang harus ditanamkan dalam diri tiap karyawan, karena hal ini akanmenyangkut tanggung jawab moral karyawan itu pada tugas kewajibannya. Sepertijuga suatu tingkahlaku yang bisa dibentuk melalui kebiasaan.

Selain itu,disiplin kerja dapat ditingkatkan apa bila tedapat kondisi kerja yang dapatmerangsang karyawan untuk berdisiplin. (Sukarno. 1994:54). Disiplin kerja atau kebiasaan-kebiasaan baik yangharus ditanamkan dalam diri karyawan sebaiknya bukan atas dasar paksaan semata,tetapi harus lebih di dasarkan atas kesadaran diri dalam diri karyawan. Tohardi(2002), ketidakdisiplinan individu atau karyawan dapat memengaruhiproduktivitas kerja organisasi. Kegiatanpendisiplinan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar meengikutiberbagai standar dan aturan, sehingga penyelewengan-penyelewengan dapat dicegah.

5.     Sanksi Disiplin KerjaPelanggarankerja adalah setiap ucapan, tulisan, perbuatan seorang karyawan yang melanggarperaturan disiplin yang telah diatur oleh pimpinan organisasi. Sedangkan sanksipelanggaran adalah hukuman disiplin yang dijatuhkan pimpinan organisasi kepada karyawanyang melanggar peraturan disiplin yang telah diatur pimpinan organisasi. Adabeberapa tingkat dan jenis sanksi pelanggaran kerja yang umumnya berlaku dalamsuatu oranisasi yaitu: (1) Sanksi Pelanggaran Ringan, dengan jenis yaitu,Teguran Lisan, Teguran Tertulis, Pernyataan tidak puas secara tertulis.

(2)Sanksi Pelanggaran Sedang, dengan rincian sebagai berikut,   Penundaan kenaikan gaji, Penurunan gaji,Penundaan kenaikan jabatan. (3) Sanksi Pelanggaran Berat, dengan rincian,yaitu: Penurunan pangkat, Pembebasan dari jabatan, Pemberhentian, Pemecatan. III.

            METODEMenurut Dewi Hanggraeni (2012: 29),beberapa metode untuk mengumpulkan informasi adalah wawancara (interview),diskusi panel para ahli (panel of experts), daftar pertanyaan /kuesioner(questionnaire), buku harian kerja (diary/ logbook), danpengamatan (observation). Dalam penelitian ini hanya metode wawancara,observasi dan metode pustaka. 3.

1. Metode Wawancara Metode wawancara (interview)adalah paling efektif dan akurat untuk mengumpulkan informasi, karena langsungdari orang yang menduduki jabatan tertentu. Seorang analis yang melakukanproses analisis masalah dengan mewawancarai manager HRD PT Cemara SikoEngineering Indonesia sehingga dapat diketahui aktifitas kerja, beban kerja, tanggungjawab,dan indikator kedisiplinan karyawan.3.2. ObservasiMetode observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukanpengamatan langsung pada suatu obyek yang akan diteliti (Moh.

Nazir, 1983 :235). Dalam hal ini observasi dilakukan dengan cara melihat langsung tentangpelaksanaan disiplin kerja karyawan di PT Cemara Siko Engineering Indonesia sehinggadapat menemukan permasalahan yang ada.3.3.

  Metode PustakaMetode ini adalah mempelajari buku-buku, jurnal, dan artikel yang adahubungannya dengan objek penelitian. IV  ANALISA & PEMBAHASANMenurut dari hasil wawancara terhadap pihak HRD perusahaan PT Cemara SikoEngineering Indonesia, terdapat beberapa masalah kedisiplinan yang terjadidiantaranya : (1) Karyawan datang tidak tepat waktu, (2) Jika karyawan tidakhadir tidak memberikan keterangan kepada manager HRD, (3) Jika karyawanmelakukan keterlambatan tidak memberikan info sebelumnya kepada  manager HRD, (4)  Beberapa karyawan belum menyadari kewajibandan haknya, (5) Komunikasi antara karyawan dengan HRD. Masalah yang dihadapididukung dengan tingkat observasi pengamat terhadap karyawan yang datang tidaktepat waktu. Dengan tidak ada daftar absen seperti fingerprint , atau system kartu absen dapat menjadi factor lainnyadari kurangnya kedisplinan karyawan. Dari masalah- masalah yang ada dapatdicari pemecahan masalah dengan beberapa metode, diantaranya dengan melakukandiskusi terhadap manager HRD terkait, dan melakukan kajian antara permasalahandengan jurnal, artikel, dan buku terkait HRD. Dilihat dari masalah yang ada, terdapat pemecahan masalah yaitu (1)Karyawan diberi penjelasan lebih dalam mengenai peraturan yang berlakudiperusahaan dengan cara melakukan rapat bersama, dengan speaker utamanya adalah Direktur dan Manager HRD perusahaan. (2) Diberlakukanabsen tulis untuk meminimalisir budget yangada.

 V  KESIMPULAN & SARANA.    KesimpulanDari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah tindakan manajemen untukmendorong agar para karyawan perusahaan dapat memenuhi  ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaantersebut. Diharapkan untuk di kemudian hari, disiplin ini meningkat.  

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out