Abstract            The relations of the countries inthe East Asia region has its own interesting dynamics to study.

Seen from therelationship between countries in the region that tend to be less good butcontrary to the state relations in the region with countries outside theregion. Tensions between countries in the region caused frequent conflictswithin East Asia itself. The most frequent problems in East Asia are regionaldisputes such as the territorial disputes between North and South Korea thatwill be studied further in this paper. The data used in writing this essay is areference data which is then linked by the author himself to produce an essaythat can be accounted for.            Keyword: dispute, conflict, power, EastAsiaPendahuluan            Kawasan Asia Timur merupakan salahsatu kawasan di benua Asia yang memiliki negara-negara yang kuat di bidangnyamasing-masing. Sebut saja China yang memiliki perekonomian yang maju dan jugaperkembangannya yang pesat, Jepang dengan keunggulan teknologinya, Korea Utaradan Korea Selatan yang berdekatan namun tidak dengan hubungan antar negaranya,dan juga Taiwan. Sebelum Perang Dingin berakhir, peran kawasan Asia Timur inimasih belum dilihat serta dipertimbangkan kekuatannya oleh negara-negara dikawasan lain. Titik balik Asia Timur sehingga menjadi suatu kawasan yang tidakdianggap remeh serta patut diperhitungkan oleh negara lain yaitu bermula daripasca Perang Dingin.

            Pada pasca Perang Dingin ini, Chinamulai menerapkan keterbukaan di bidang ekonomi. Keterbukaan ini ditandai dengandijalinnya kerjasama ekonomi oleh China dengan negara-negara di Asia Tenggaraseperti Indonesia dan Singapura. Upaya yang dilakukan oleh China tidak hanyaterhadap negara di luar kawasan, namun juga dengan negara di dalam kawasanseperti Korea Selatan.2 Namun,sebelum berakhirnya Perang Dingin, hubungan negara dalam kawasan Asia Timur inicukup baik namun hanya dalam hal perekonomian. Dengan kondisi perekonomiankawasan yang cukup baik, kemudian negara dalam kawasan Asia Timur memutuskanuntuk bergabung dengan berbagai organisasi internasional contohnya Asia PacificEconomic Cooperation (APEC) dan juga ikut berperan dalam ASEAN+3 yang bertujuanuntuk mengatasi permasalahan di Asia Tenggara dimana negara di Asia Timur yangbergabung di ASEAN+3 ini yaitu Jepang, China dan Korea Selatan.            Walaupun di kawasan Asia Timur initelah mengalami perkembangan atau kemajuan ekonomi, namun ada juga permasalahanyang terjadi di dalam kawasan. Seperti permasalahan antara kedua negara yangmengalami perpecahan pasca Perang Dunia II yaitu Korea Selatan dan Korea Utarayang hingga saat ini terus berkonflik dan tidak bisa untuk melakukanreunifikasi antara keduanya padahal kedua negara ini memiliki letak geografisyang sangat dekat.

Ketidakmampuan kedua negara untuk reunifikasi disebabkankarena perbedaan latar belakang sejarah dan pandangan antara kedua negara,kondisi internal kedua negara yang berbeda serta adanya program nuklir yangdicetuskan oleh Korea Utara menyebabkan Korea Selatan enggan untuk reunifikasidengan Korea Utara. Permasalahan berikutnya datang dari Taiwan dimana dalam halini China masih enggan untuk menerima dan mengakui Taiwan sebagai negara yangberdaulat.3             Namun, walaupun negara dalam kawasanAsia Timur sering melakukan kerjasama ataupun bergabung ke dalamorganisasi-organisasi internasional, mereka tidak pernah menjalin kerjasamaantar negara di dalam kawasan itu sendiri. Adapun kerjasama yang mereka lakukanpasti terdapat peran dari negara kawasan lain.

Hal ini merupakan bentukketegangan hubungan yang dimiliki oleh antar negara dalam kawasan Asia Timur.Contoh jelasnya adalah China yang lebih memiliki hubungan baik dengan negara diluar kawasan daripada dengan negara dalam kawasan seperti Jepang dan KoreaSelatan. Hubungan tidak baik antara China dan Jepang yang hingga saat ini masihberlanjut adalah perebutan kepulauan Diaoyu-Senkaku.4 Halinilah yang memicu ketegangan dalam hal hubungan antar negara dalam kawasanAsia Timur.Metode Penelitian            Dariessay ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana dalam jenispenelitian deskriptif biasanya digunakan untuk menggambarkan atau mengetahuifenomena secara luas atau umum. Sedangkan dari metode kualitatif, penulisbermaksud untuk menndapatkan sebuah informasi yang sedang dibahas yang kemudianakan dianalisis lebih lanjut menggunakan opini penulis sendiri agar mendapatkanhasil yang relevan dengan isu yang dibahas. Informasi yang didapat yatu darisumber-sumber buku, artikel, jurnal serta sumber daring lainnya.

Informasi-informasi yang didapat ini yang kemudian dijadikan sebagai acuan ataupedoman dalam menulis essay yang berjudul “Dinamika Hubungan Negara dan Konflikdi Kawasan Asia Timur” ini. Dinamika Hubungan Negara di KawasanAsia Timur            Negara-negara yang berada di dalamkawasan Asia Timur adalah negara-negara besar yang maju dalam beberapa bidang.Hampir seluruh negara dalam kawasan ini memiliki power masing-masing untuk menunjukkan bahwa negaranya merupakannegara yang harus dipertimbangkan oleh negara lain. Power yang dimiliki negara ini tidak hanya berupa ancaman perangatau hard power namun juga soft power. Kepemilikan power yang tidak dapat dianggap remehinilah yang mengakibatkan hubungan antar negara di dalam kawasan Asia Timur inicenderung tidak stabil.

Hal ini dikarenakan karena masing-masing negara dalamkawasan saling bersaing untuk berusaha menunjukkan kemampuan serta kekuatannyadi dalam sistem internasional. Biasanya, negara yang memiliki power yang cukup besar cenderungbersikap individualis dengan tidak mau menjalin hubungan dengan negara yangdianggap dapat menjadi pesaing dalam berbagai hal, misalnya di bidang politikdan ekonomi. Sikap individualis ini kemudian yang menjadi sebab minimnyakerjasama yang dilakukan antar negara karena sebuah kerjasama dianggap tidakakan mungkin membawa kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.            Poweryang dimiliki suatu negara tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembanganataupun pergerakan hubungan antar negara dalam satu kawasan. Hal inidikarenakan dengan power yangdimiliki, maka negara dapat menentukan sikap serta kebijakan apa yang merekabuat dan butuhkan untuk menjaga keamanan negaranya serta untuk mempertahankan power yang dimiliki oleh negara itusendiri. Negara dengan power yangtinggi cenderung untuk melakukan hal-hal atau kebijakan yang bersifatmelindungi negaranya serta tidak peduli dengan permasalahan yang sedangdihadapi oleh negara lain. Sedangkan negara dengan power yang rendah cenderung untuk melakukan hubungan berupakerjasama untuk menyelesaikan permasalahan di negaranya.

Kerjasama yangdilakukan biasanya dengan negara-negara yang dianggap mampu dan memiliki sumberdaya untuk mengatasi permasalahan yang ada yang dalam hal ini yaitu negara superpower. Mengapa negara superpower? Hal ini karena negara yangmemiliki power yang cukup untukmembantu negara lain, biasanya mereka juga memiliki power untuk mempengaruhi negara lain untuk melakukan apa yangnegara tersebut perintahkan. Rasa takut yang timbul dari negara-negara biasaterhadap negara superpower jugabiasanya mempengaruhi.            Poweryang dimiliki oleh negara di dalam kawasan Asia Timur ini terlihat dariRepublik Rakyat China (RRC) yang memiliki penduduk terbesar di dunia sertakemajuan ekonomi yang pesat, Jepang dengan kemajuannya di bidang teknologi, danKorea Utara dengan kekuatan nuklirnya yang menjadi senjata utama negara untukmengancam negara lain.5 Darisini dapat disimpulkan mengenai penyebab utama negara di dalam kawasan AsiaTimur cenderung tidak mau bekerjasama. Kepemilikan sumber daya dalammasing-masing negara dirasa sudah cukup sebagai alat pemenuhan kebutuhan negara.

Seperti Jepang dengan perkembangannya di bidang teknologi yang cukup majudimanfaatkan sendiri oleh Jepang sebagai penyokong utama perekonomian negara.Selain itu dengan Korea Utara yang memiliki kemampuan di bidang nuklir inimerupakan senjata ampuh untuk membuat negara lain tidak memberikan ancaman kepadaKorea Utara ini dikarenakan ketakutan negara lain yang lebih besar jika merekaberani untuk menyerang Korea Utara. Ditambah dengan kemajuan ekonomi China yangcukup pesat membuat negara lain tidak akan penah meremehkan China.             Membahas mengenai hubungan yangdijalin antar negara dalam kawasan, hubungan nyata yang dijalin antar negaradalam kawasan Asia Timur ini tidak berjalan sebaik hubungan dengan negara laindi luar kawasan.

Hal ini disebabkan karena latar belakang sejarah, perbedaanpandangan dan juga kondisi internal suatu negara. Terlihat jelas dari hubunganChina dengan Jepang yang hingga saat ini belum juga membaik dikarenakan adanyakonflik perebutan kepulauan Diaoyu-Senkaku.6 Interaksiyang dilakukan atau hubungan antar negara dalam kawasan yang kurang baik tidakhanya dialami oleh China dan Jepang, namun juga antara Korea Selatan dan KoreaUtara. Ketegangan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan ini disebabkankarena ketidakmauan kedua negara untuk melakukan reunifikasi. Hal ini disebabkankarena mereka menganggap kedua negara telah memiliki pemikiran dan pandanganyang berbeda, ditambah dengan kondisi politik internal di kedua negara yangberbeda. Ketidakinginan melakukan reunifikasi juga didorong oleh faktor KoreaUtara yang mencetuskan program nuklir yang pasti membuat Korea Selatan engganuntuk bergabung menjadi satu negara dengan Korea Utara.

Ketidakstabilanhubungan dan politik dalam kawasan Asia Timur ini menjadikan negara-negarakawasan Asia Timur tidak memiliki integrasi serta hubungan yang baik dalamberbagai bidang. Konflik Kawasan Asia Timur            Kebanyakankonflik yang terjadi di kawasan Asia Timur adalah berupa sengketa perbatasan.Hal ini terlihat dari beberapa sengketa perbatasan yang telah terjadi antarnegara dalam kawasan Asia Timur sendiri, yaitu:7 (1)Konflik Cina-Jepang terkait pulau Senkaku, (2) Kasus persengketaan yang terjadiCina-Korea Selatan mengenai kepemilikan Liancourt Rocks, (3) Konflik yangterjadi antara Cina dengan Korea Selatan mengenai batas wilayah perairanteritorial, serta (4) Rencana reunifikasi seluruh wilayah Cina yangmengakibatkan China dan Taiwan bersengketa karena hal tersebut. Sengketa antaraChina dan Jepang terkait perebutan pulau Diaoyu berawal dari adanya kekayaanberupa gas alam yang terdapat di kepulauan Diaoyu/Senkaku. Jauh sebelum adanyakekayaan berupa gas alam yang ada ini, pada tahun 1985 Jepang telah menetapkankekuasaan wilayah kepulauan Senkaku/Diaoyu secara legal melalui sebuahPerjanjian yaitu Perjanjian Shimonoseki yang selanjutnya pada tahun 1953 Jepangdituntut untuk menyerahkan kekuasaan wilayah tersebut kepada militer AmerikaSerikat.

8Namun tidak berhenti sampai sini karena berlanjut pada tahun 1972 berdasarkanOkinawa Reversion Treaty yang menyatakan bahwa pulau tersebut dikembalikan olehAmerika Serikat kepada Jepang. Puncak permasalahan ini terjadi ketika Chinasecara tiba-tiba melakukan klaim terhadap pulau tersebut karena dianggapkepulauan tersebut masih merupakan bagian dari wilayah China.9          Konflikselanjutnya yang sampai sekarang tak kunjung berdamai adalah konflik perbatasanyang melanda Korea Utara dan Korea Selatan. Ketegangan hubungan antara keduanegara ini berawal pada masa akhir Perang Dunia II dimana pihak Amerika Serikatdan Uni Soviet membagi Korea menjadi 2. Dari peristiwa ini menyebabkanketegangan kedua negara semakin meningkat hingga terjadinya Perang Korea.Alasan mengapa hingga saat ini kedua negara terus mengalami ketegangan hubunganadalah karena antara kedua negara tidak pernah membicarakan mengenai perjanjianperdamaian, oleh karena itu kedua negara sama-sama menganggap bahwa masih dalamkondisi berperang.

Walaupun sempat muncul niatan bahwa kedua negara akanmelakukan reunifikasi, namun muncul kabar juga bahwa Korea Utara telahmeluncurkan program nuklir. Hal ini kemudian memicu kembali adanya keteganganhubungan antar negara dan hingga saat ini belum ditemukan solusi berdamai yangpas untuk kedua negara tersebut.             Ketidakstabilankawasan menjadi sebuah dampak yang pasti ditimbulkan dari adanya konflik antarnegara dalam suatu kawasan. Namun perlu diketahui bahwa konflik yang terjadi dikawasan Asia Timur ini bukanlah konflik terbuka berupa perang dan semacamnya,namun hanya berupa ketegangan hubungan antar negara. Cara negara-negara dalamkawasan untuk menghindari adanya konflik terbuka adalah dengan tidak adanyaintervensi dari negara lain di luar kawasan untuk ikut menyelesaikanpermasalahan negara. Juga adanya rasa saling membutuhkan antar negara mengingatnegara di dalam kawasan Asia Timur merupakan negara yang memiliki perekonomianyang maju, sehingga hubungan hubungan finansial atau ekonomi negara dalamkawasan tetap terjaga terlepas dari adanya konflik berupa sengketa perbatasan. Halinilah yang kemudian dapat tetap menjaga kestabilan kawasan Asia Timur sendiri.Kesimpulan            Dinamikaatau pergerakan hubungan antar negara dalam kawasan Asia Timur dan dengannegara luar kawasan memiliki perbedaan.

Hal ini terlihat dariketegangan-ketegangan hubungan yang terjadi antar negara-negara di dalamkawasan sedangkan seringnya menjalin kerjasama dengan negara di luar kawasan.Namun, hal ini bukan tanpa alasan melainkan hal ini disebabkan karena latarbelakang sejarah, perbedaan pandangan serta perbedaan kondisi internal suatu negara.Karena negara-negara di kawasan Asia Timur merupakan adalah negara yangmemiliki pergerakan atau perkembangan ekonomi yang meningkat cukup pesat daritahun ke tahun, sehingga negara-negara di kawasan Asia Timur cenderung mencari partner kerjasama dengan negara-negaradi luar kawasan untuk dapat mengembangkan sumber daya yang dimiliki, baik ituberupa sumber daya manusia ataupun sumber daya alam.            Selain itu, konflik ataupermasalahan yang sering terjadi di kawasan Asia Timur sendiri didominasi olehkonflik berupa sengketa wilayah. Hal ini terbukti dari sengketa China-Jepangterkait perebutan pulau Senkaku/Diaoyu dimana kedua negara saling mengklaimbahwa wilayah tersebut merupakan wilayahnya. Konflik yang terjadi juga bukanmerupakan konflik terbuka yang berupa peperangan, namun hanya berupa keteganganhubungan dan juga adanya pembedaan antara kepentingan ekonomi negara-negaradalam kawasan Asia Timur dengan kepentingan lainnya.

Solusi penyelesaiansengketa ini dapat dilakukan dengan pertemuan bilateral antara negara yangbersengketa dengan agenda yang jelas serta mengesampingkan ego negaramasing-masing.   1International Relations, Brawijaya University.2Ergy Ghulam Habibie, “Hubungan Internasional Asia Timur”, http://ergy-g-h-fisip10.web.unair.ac.id/artikel_detail-47484-MBP%20Asia%20Timur-Hubungan%20Internasional%20Asia%20Timur.html(diakses pada 17 Desember 2017)3 Ibid.4Ratu Humairoh Balqis, “Perubahan Sikap Cina terhadap Jepang di Era Hu Jintaoterkait Konflik Perebutan Kepulauan Diaoyu,” file:///C:/Users/USER-PC/Downloads/S1-2014-297378-chapter1.pdf(diakses pada 17 Desember 2017)5Zulkadri S., “Pengaruh Pengembangan Militer Republik Rakyat China TerhadapStabilitas Keamanan Asia Timur,” http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/1170/BAB%20I.pdf?sequence=2 (diakses pada 17 Desember 2017)6 RatuHumairoh Balqis, “Perubahan Sikap Cina terhadap Jepang di Era Hu Jintao terkaitKonflik Perebutan Kepulauan Diaoyu,” file:///C:/Users/USER-PC/Downloads/S1-2014-297378-chapter1.pdf(diakses pada 17 Desember 2017)7 TentaraNasional Indonesia Angkatan Laut, “SengketaPerbatasan Antar Negara di Kawasan Asia Pasific”, http://www.tnial.mil.id/TroopInfo/PeneranganPasukan/tabid/104/articleType/ArticleView/articleId/42/Default.aspx (diaksespada 17 Desember 2017)8Yulyan Maharta Saviar, “Sengketa Wilayah di Asia Timur”, http://yulyan-maharta-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-155155-SOH311%20MASYARAKAT%20BUDAYA%20POLITIK%20ASIA%20TIMUR-Sengketa%20Wilayah%20di%20Asia%20Timur.html(diakses pada 17 Desember 2017)9 Ibid.

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out