A.   
Pendahuluan

Asuransi atau dapat disebut juga sebagai
pertanggungan, dimana istilah ini bukanlah 
sesuatu yang sudah asing bagi masyarakat Indonesia, bahkan sebagian
besar masyarakat Indonesia sudah melakukan perjanjian asuransi dengan sebuah
perusahaan asuransi, baik itu merupakan sebuah perusahaan asuransi milik negara
maupun milik swasta nasional. Berdasarkan pendapat Purwosutjipto (1986),
dinyatakan bahwa yang disebut sebagai Pertanggungan merupakan perjanjian timbal
balik yang terjadi diantara penanggung dengan penutup asuransi, dalam hal ini
penanggung mengikatkan diri untuk mengganti kerugian dengan cara membayar
sejumlah uang yang telah ditetapkan pada waktu penutupan perjanjian kepada sang
penutup asuransi atau orang lain yang ditunjuk dalam perjanjaian tersebut pada
waktu terjadinya evenement, sedangkan penutup asuransi mengikatkan diri
untuk membayar uang premi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Bersamaan dengan hal tersebut, di sebutkan juga
dalam dalam KUHD Pasal 246  tentang
Asuransi yang menyatakan bahwa Asuransi atau pertanggungan adalah suatu
perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada tertaggung
dengan cara menerima premi, untuk memberikan penggantian kepada mereka atas
kerugian yang diderita, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan,
yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.

Dalam hal ini diketahui bahwa adanya asuransi akan
menguntungkan bagi kedua belah pihak, pihak penaggung dan penutup asuransi yang
sering disebut sebagai tertanggung. Disamping itu, Asuransi juga memiliki
banyak manfaat untuk kedua belah pihak, seperti yang diungkapkan oleh Endang
(1993) terdapat beberapa contoh manfaat asuransi, yaitu dapat memberikan rasa
terjamin atau rasa aman dalam menjalankan usaha, dapat menaikan efisiensi dan
kegiatan perusahaan, dapat menjadi dasar pertimbangan pemberian suatu kredit,
serta dapat mengurangi timbulnya kerugian-kerugian.

Pada dasarnya, asuransi memiliki banyak jenis,
beberapa diantaranya yaitu: Asuransi
Jiwa. Asuransi Kesehatan, Asuransi Kendaraan, Asuransi kepemilikan Rumah dan
Properti, Asuransi Pendidikan, Asuransi Bisnis, Asuransi Umum, dan asuransi
lainnya. Semua jenis asuransi tersebut memiliki ciri dan perdesaan dalam setiap
karakteristiknya, sehingga perjanjian yang akan dibuat pun akan berdeda, tapi
yang jelas satu hal yang membedakan semuanya adalah jenis barang yang akan
diasuransikan.

Dalam
makalah ini, yang akan menjadi fokus pembahasan adalah mengenai Asuransi Jiwa.
Secara umum, yang disebut sebagai asuransi jiwa merupakan asuransi yang memberikan
keuntungan finansial pada tertanggung atas kematiannya. Seperti yang dinyatakan
oleh Hendrisman Rahim (2013), bahwa berdasarkan
analisis dan evaluasi terhadap berbagai fenomena empiris yang terjadi
menunjukkan bahwa saat ini industri asuransi di Indonesia masih sangat
tergantung dengan pertumbuhan ekonomi, akan tetapi hal ini tidak menutup
kemungkinan bahwa industri asuransi nasional tidak mampu untuk
memberikan kontribusi apapun dalam pembangunan perekonomian di Indonesia.
Bersamaan dengan hal ini juga, prospek dan proyeksi perkembangan industri
asuransi tersebut dimasa mendatang dimungkinkan dapat masih memberikan
“secercah harapan”, yang tentuny bisa diwujudkan dengan melalui agenda
kebijakan yang tepat. Maka dari itu, dalam makalah ini akan lebih ditekankan
mengenai bagaimana kontribusi industri Asuransi Jiwa secara sosial
dan ekonomi terhadap perekonomian Indonesia dalam hal
perekonomian di Indonesia.

x

Hi!
I'm Erica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out